ketika langit jingga terjerembab diantara pekat asap
aku masih terjaga menunggu kau menarikku atau berlalu
atau bahkan aku sendiri yang akan mencari jari-jarimu untuk kukasihi keberadaannya
aku bukan perempuan penjaga waktu, bahkan aku tak bisa memutarnya walau barang satu detik saja
tapi lihat apa yang kulakukan satu detik selanjutnya..
aku tak kan melepas jari-jari yang hakikatnya itu adalah cermin pribadimu
kau terlalu terjerembab dalam keadaan
sehingga sekat-sekat kehidupanmu semakin tebal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar