Jumat, 21 Oktober 2011

HATI YANG DIKAFANI


Kepada gagak hitam aku ingin bertanya, apakah dahan kamboja akan selalu jadi tempat terindah untukmu ? 
[menjadi sandaran nyaman atas kegusaranmu yang semakin nyata].. 

Kepada sang kamboja, keindahanmu itu eksotis bagi tanah mati yang kau jaga tentramnya,
maka akankah kau tetap bermekaran di atas sana, demi bulir hati yang kan kau bahagiakan peluhnya ?

Kepada batu nisan legam yang dinamakan perpisahan, nama siapa lagi yang kan kau catutkan di dadamu
berapa banyak lagi air mata yang kau inginkan ?

Jelaskan padaku tentang angin yang desirnya membakar satu persatu daun saffron..
Mengapa kau selalu mengingingkan ketiadaan
Jika sebenarnya keberadaanlah yang membuatmu ada.

Awan hitam, kau telah meninggalkan tempat yang tak akan kau temui di bumi siapapun.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar