Jumat, 21 Oktober 2011

VOLTASEMU


Perlahan akupun tahu bahwa bentuk sudah merujuk
tatapan seakan menjadi kiasan
dan bahasa kita, menjelma menjadi sebuah prosa. . .

Ternyata gusar tak sedikitpun menyiratkan asam pada dinding-dinding merah tua selaput matamu.
Ia tak mampu bersaing dengan pancar yang kurasa makin kuat voltasenya
Perahu kertas ini semakin terhanyut, dan tersangkut pada rembetan akar-akar kasih sayang itu
Aku yakin pelabuhan yang akan menjemputku

JUMAT MALAM


ketika langit jingga terjerembab diantara pekat asap 
aku masih terjaga menunggu kau menarikku atau berlalu
atau bahkan aku sendiri yang akan mencari jari-jarimu untuk kukasihi keberadaannya

aku bukan perempuan penjaga waktu, bahkan aku tak bisa memutarnya walau barang satu detik saja
tapi lihat apa yang kulakukan satu detik selanjutnya..
aku tak kan melepas jari-jari yang hakikatnya itu adalah cermin pribadimu

kau terlalu terjerembab dalam keadaan
sehingga sekat-sekat kehidupanmu semakin tebal 

HATI YANG DIKAFANI


Kepada gagak hitam aku ingin bertanya, apakah dahan kamboja akan selalu jadi tempat terindah untukmu ? 
[menjadi sandaran nyaman atas kegusaranmu yang semakin nyata].. 

Kepada sang kamboja, keindahanmu itu eksotis bagi tanah mati yang kau jaga tentramnya,
maka akankah kau tetap bermekaran di atas sana, demi bulir hati yang kan kau bahagiakan peluhnya ?

Kepada batu nisan legam yang dinamakan perpisahan, nama siapa lagi yang kan kau catutkan di dadamu
berapa banyak lagi air mata yang kau inginkan ?

Jelaskan padaku tentang angin yang desirnya membakar satu persatu daun saffron..
Mengapa kau selalu mengingingkan ketiadaan
Jika sebenarnya keberadaanlah yang membuatmu ada.

Awan hitam, kau telah meninggalkan tempat yang tak akan kau temui di bumi siapapun.. 

KAMUFLASEMU


Kau ada tatkala aku bersinar saja, saat senja datang .. apalagi sang gulita menghampiiri kau tak sedikitpun mau menoleh ke arah sinarku yang tengah tertutup oleh sang bulan.. 
Saat kita masih mampu berlari bersamaan, kau kerap mengajakku bertanding untuk lebih cepat digaris merah pohon cermai dan menjanjikan kebahagiaan ..

Namun kini, saat kaki-kaki...